Langsung ke konten utama

LETAK GEOGRAFIS DESA KLAMPOK


Desa Klampok merupakan salah satu dari 14 (empat belas) desa di Kecamatan Singosari, berjarak ± 3 km ke arah timur dari ibukota Kecamatan Singosari dan ± 30 km ke arah barat laut dari kota Malang, dilihat secara geografis berada diketinggian ± 85 m dari permukaan air laut dengan suhu udara rata-rata 25 °C.
Sedangkan batas-batas wilayah desa Klampok  sebagai berikut :
o   Sebelah Utara           :  Desa Gunungrejo
o   Sebelah Selatan        :  Desa Purwoasri          
o   Sebelah Barat           :  Desa Ngenep
o   Sebelah Timur          :  Kelurahan Pagentan

Potensi daerah yang bisa dikembangkan adalah usaha kecil berupa industri Batu Bata, perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, jasa / perdagangan. Mata pencaharian kebanyakan penduduk desa Klampok adalah bertani, buruh tani, peternak (ayam potong / petelor, sapi perah, bebek), perikanan air tawar (lele, nila, gurameh, tombro), jasa / perdagangan (jasa pemerintahan, jasa perdagangan, jasa angkutan, jasa keterampilan, pertukangan, jasa lainnya)  dan sektor lainnya.
Luas wilayah                           :  1.000 Ha
Jumlah Dusun                         :  3 (Tiga) yaitu :   1. Dusun Krajan
                                                                              2. Dusun Kebonjati
                                                                              3. Dusun Sumbul
Potensi Sumber Daya Alam sebagai berikut :
Lahan sawah : 162 ha
Lahan kering : 1.279 ha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH DESA KLAMPOK

Dahulu kala, bermula dari runtuhnya Kerajaan Mataram, ada sebagian kelompok orang yang melarikan diri ke suatu tempat yang saat ini bernama Dukuh Dawu’an. Diantara orang-orang yang melarikan diri tersebut ada sosok orang yang paling dihormati dan disegani bernama Mbah Semar karena dianggap orang yang paling kuat dan pintar. Selang waktu yang cukup lama, terjadi lagi sekelompok orang yang melarikan diri akibat runtuhnya Kerajaan Majapahit. Sekelompok orang itu berlari tanpa tujuan, ada yang lari ke arah utara (lereng Gunung Bromo) dan menetap sampai sekarang yang dinamai Suku Tengger dan sebagian lainnya bersembunyi di hutan yang tidak jauh dari lereng Gunung Bromo. Hutan atau tempat bersembunyinya tersebut dinamai “Kedung Batang”  dan pimpinan dalam sekelompok orang yang melarikan diri ini bernama Mbah Grudin. Berbeda dengan keadaan di tempat persembunyian Mbah Semar, di tempat persembunyian Mbah Grudin ini berupa hutan belantara yang sangat berbahaya, selain banyak hewan bua...

STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA